PERKEMBANGAN ILMU & KEBUDAYAAN TIMUR

Posted: 10 Juli 2009 in Uncategorized

A. Hakikat Kebudayaan
Kebudayaan pertama kali didefinisikan oleh E.B Taylor (1871) yakni sebagai “Keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.” Sedangkan Barnouw (1985) mendefinisikan kebudayaan sebagai suatu set sikap, nilai dan perilaku suatu kelompok yang dikomunikasikan melalui bahasa dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dari dua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat serta kemampuan dan kebiasaan lainnya dari suatu kelompok yang dikomunikasikan melalui bahasa dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Ilmu dan kebudayaan memiliki kaitan yang amat erat. Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan dan pengetahuan merupakan unsur dari kebudayaan. Ilmu dan kebudayaan berada dalam posisi yang saling tergantung dan saling mempengaruhi. Di satu pihak pengembangan ilmu dalam suatu masyarakat tergantung dari kondisi kebudayaannya, sedangkan di pihak lain pengembangan ilmu akan mempengaruhi jalannya kebudayaan. Pengembangan ilmu dalam suatu masyarakat bergantung dari kondisi kebudayaannya, sedangkan pengembangan ilmu juga mempengaruhi jalannya kebudayaan. Ilmu bersifat mendukung pengembangan kebudayaan. Ilmu dalam hal ini mempunyai peran ganda, yakni:
1. Ilmu merupakan sumber nilai yang mendukung terselenggaranya pengembangan kebudayaan.
2. Ilmu merupakan sumber nilai yang mengisi pembentukan watak suatu bangsa.

Kuntjaraningrat (1974) membagi kebudayaan menjadi unsur-unsur yang terdiri dari sistem religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian serta sistem teknologi dan peralatan.
Ada 4 bidang besar yang mencirikan kebudayaan timur yang mencakup: pengetahuan, sikap terhadap alam, cita-cita hidup dan status personal.

1. Pengetahuan
Timur lebih menekankan intuisi daripada akal budi. Bagi orang timur hatilah yang mempersatukan akal budi dan intuisi maupun intelegensia dan perasaan. Tujuan utama belajar adalah menjadi bijaksana, sebab dengan kebijaksanaanlah orang menghayati hidup lebih baik dan sempurna karena hidup merupakan seni yang sulit dan membutuhkan refleksi sepanjang hidup, sebuah sikap tidak mengandalkan akal budi sebagai kekuatan utama. “Manusia yang utama adalah manusia yang punya pengetahuan dan manusia yang memiliki pengetahuan adalah manusia bijak.”

2. Sikap terhadap alam
Manusia merupakan bagian dari alam yang bersama-sama membentuk kesemestaan. Dia dan seluruh alam berasal dari zat yang sama, yang satu. Akan tetapi ia memahami diri sebagai perwujudan kecil dari semesta.

3. Cita-cita hidup
Manusia lahir dan hidup dalam budaya yang menyebut diri “to be is more important than to do” ( ada dan hadir lebih penting daripada bertindak). Oleh karena itu harmoni dan ketenangan serta kedamaian hati merupakan cita-cita hidup itu sendiri. Ajaran budhisme “Menarik diri dan melupakan diri” yang bertemu dengan “Harmoni antarsesama dan alam” dari konfusianisme dan taoisme melahirkan pandangan: sederhana, tenang, dan kebutuhan sesedikit mungkin.”Lembut berarti kuat” kata lao tze.

4. Status personal
Timur memandang martabat tetap dijunjung dan dihargai tetapi penekanannya yang berbeda.sikap tidak mencampuri berangkat dari keyakinan bahwa dalam segala sesuatu manusia mempunyai jalan dan cara beradanya sendiri. Dalam budhisme nilai manusia itu sacral. Manusia ada bukan demi dirinya tetapi ada dalam solidaritas dengan sesamanya.

B. Perkembangan ilmu di timur
1. Zaman Islam
Sejak awal kelahirannya, Islam sudah memberikan penghargaan yang begitu besar kepada ilmu. Sebagaimana sudah diketahui, bahwa nabi Muhammad SAW. ketika diutus oleh Allah sebagai rasul, hidup dalam masyarakat yang terbelakang, Kemudian islam datang menawarkan cahaya penerang yang mengubah masyarakat arab jahiliyah menjadi masyarakat yang berilmu dan beradab.
a. Penyampaian ilmu dan filsafat yunani ke dunia islam
Dalam perjalanan ilmu dan juga filsafat di dunia islam, terdapat upaya mendekatkan dan mempertemukan dua pandangan yang berbeda, bahkan sering kali ekstrim antara pandangan filsafat yunani, seperti filsafat plato dan Aristoteles, dengan pandangan keagamaan islam yang seringkali menimbulkan benturan-benturan. Sebagai contoh konkret dapat disebutkan bahwa plato dan aristoteles telah memberikan pengaruh yang besar pada mazhab-mazhab islam.

b. Perkembangan ilmu pada masa islam klasik
Sejak awal kajian-kajian dalam bidang teologi sudah berkembang, meskipun masih berbentuk embrio. Embrio inilah yang pada masa kemudian menemukan bentuknya yang lebih sistematis dalam kajian-kajian teologis dalam islam.
Dapat kita ketahui bahwa pada awal islam pengaruh Hellenisme dan juga filsafat yunani terhadap tradisi keilmuan, islam sudah sedemikian kental, sehingga pada saat selanjutnya pengaruh itupun terus mewarnai perkembangan ilmu pada masa-masa berikutnya.

c. Perkembangan ilmu pada masa kejayaan islam
Terjadinya transformasi kebudayaan dan khususnya ilmu dari dunia islam ke barat di sebabkan paling tidak oleh dua alasan. Pertama, kontak pribadi. Terjadinya kontak pribadi ini juga disebabkan karena Byzantium secara geografis berdekatan dengan dunia islam. Dari sinilah kemudian gagasan-gagasan barat masuk ke dunia islam dan sebaliknya gagasan-gagasan dari dunia islam masuk ke barat. khususnya setelah perang salib. Alasan kedua, adanya kegiatan penerjemah. Tidak dapat dipungkiri kebudayaan islamlah yang mendorong orang-orang latin melakukan penerjemah. Setelah mengenal sebagai khazanah kebudayaan islam mereka lalu memperkaya pengetahuan mereka tentangnya. Mereka pernah mencoba menerjemahkan Alqur’an pada abad ke-10 Masehi. Namun gerakan penerjemahan yang sesungguhnya baru bermula pada abad ke-12. Toledo dan Palermo adalah dua pusat penerjemahan tersebar saat itu yang banyak mengoleksi sumber-sumber arab berkat perantaraan orang yahudi dan hubungan mereka dengan orang-orang Kristen dan islam.

d. Masa keruntuhan tradisi keilmuan dalam islam
Abad ke-18 dalam sejarah islam adalah abad yang paling menyedihkan bagi umat islam dan memperoleh catatan buruk bagi peradaban islam secara universal. Dalam bukunya, The Recontruction of Religious Thought in Islam Iqbal menyatakan bahwa salah satu penyebab utama kematian semangat ilmiah di kalangan umat islam adalah diterimanya paham yunani mengenai realitas yang pada pokoknya bersifat statis, sementara jiwa islam adalah dinamis dan berkembang. Sebab lain yang menyebabkan kehancuran tradisi keilmuan islam adalah persepsi yang keliru dalam memahami pemikiran Al-Ghazali. Orang umunya mengecam Al-Ghazali karena ia menolak filsafat.

2. Taoisme
Taoisme adalah suatu filsafat yang menduduki tempat penting di cina. Pengaruhnya terhadap kebudayaan cina memang tidak sebesar seperti konfusianisme, akan tetapi taoisme mempunyai pandangan metafisik dan spekulatif terhadap kodrat realitas, alam semesta dan manusia. Kata taoisme diturunkan dari kata tao, jalan. Pendiri taoisme adalah lao tzu. Tao diidentikkan dengan alam semesta. Pandangan ini berdasarpada pandangan monisme tentang realita dan dunia. Segala sesuatu dipandang sebagai yang satu. Dan yang satu ini adalah tao. Segala sesuatu diturunkan dari tao.
Tao sebagai prinsip totalitas mempunyai dua unsur yang berlawanan yakni yin dan yang. Kedua unsur bisa diartikan sebagai terang dan gelap, negative dan posif, aktif dan pasif, ada dan tidak ada. Dalam taoisme dualisme ini relatif. Dualisme ini berada dalam kontradiksi yang mutlak, namun saling melengkapi dalam fungsinya untuk berbuat apa saja di dunia ini.

3. Konfusianisme
Pemikiran Konfusianisme dimulai dengan memeriksa dua funsi utama akal budi manusia (Fungsi menilai dan memerintah). Akal budi dimengerti secara fungsional dengan mengacu pada tipe-tipe aktivitas tertentu, misalnya menilai dan mengarahkan tindakan.

4. Budhisme
Budhisme mengajarkan apa yang perlu untuk mengatasi penderitaan. Budhisme tampil sebagai jalan pelepasan, pembebasan dari diri dan dunia; jawaban atas kondisi manusia yamg menyedihkan yaitu suatu kelahiran kembali dalam hidup yang bercirikan penderitaan, kesementaraan dan ketidakrelaan. Budhisme bercirikan pesimistis. Inti ajarannya adalah bahwa eksistensi dunia ini pada dasarnya adalah penderitaan.

Kesimpulan:
Pengembangan ilmu dalam suatu masyarakat bergantung dari kondisi kebudayaannya, di samping pengembangan ilmu juga mempengaruhi jalannya kebudayaan, seperti yang terlihat pada perkembangan ilmu dan kebudayaan timur. Yang mendominasi dari timur adalah: tidak memaksa, lebih mengutamakan falsafah hidup/kebijaksanaan dengan seluruh kebebasan yang diberikan. Timur mempunyai sumbangan tersendiri dalam peradaban manusia, yang terdapat pada konfusianisme, taoisme dan budhisme. Diantaranya menawarkan serta menyumbangkan perenungan nilai-nilai spiritual, hubungan manusia dengan alam dan sesamanya atau masalah eksistensial lainnya seperti kemiskinan, penderitaan, dan makna hidup.
Referensi:
Jujun Suriasumantri, Filsafat Ilmu, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2007
Tim Redaksi Majalah Driyarkara, Jelajah Hakikat Pemikiran Timur, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama:1993.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s